Sudah berkali-kali saya menjalin dan menjalani cinta, tak pernah bertahan lama.
Saya yakin bahwa saya mencintai pasangan2 saya waktu itu, tapi kalau itu cinta kenapa tidak bertahan lama.
Mungkin saya belum bisa membedakan mana cinta dan mana rasa suka atau kagum ya...
Banyak orang bilang kalau saya belum dewasa karena aku tidak bisa setia.
Orang-orang di sekitar saya mengatakan bahwa cinta itu pasti akan luntur, maka dari itu perlu komitmen.
Ketika cinta hilang, maka komitmen itu alasan hubungan tetap bertahan lama.
Oke. Saya coba mulai tanamkan kata-kata orang di sekitar saya.
Saya mulai menjalin ikatan dengan seseorang kembali.
Yang saya anggap cinta, mulai berubah menjadi rasa bosan.
Saya mulai kacau dengan diriku sendiri, karena merasa sulit untuk mempertahankan hubungan. Saya mencoba tetap bertahan, saya komitmen! Tetapi rasanya benar-benar tersiksa dengan keyakinan ini.
Saya merasa ini bukan sebuah hubungan yang baik, karena memaksakan salah satu pihak untuk bertahan. Saya memaksakan diri saya untuk bertahan. Saya putuskan untuk mengakhiri hubungan kami.
Melihat orang lain bisa mempertahankan hubungan mereka. Menjalin ikatan begitu lama hingga bertahun-tahun..
SAYA ingin itu. .
Saya merasa sangat bersalah dengan mereka yang berusaha mempertahankan hubungan kami tetapi saya menyerah begitu saja.
Perasaa saya benar-benar bertolak belakang dengan kata-kata orang di sekitar saya.
Saya tidak bisa menerima keyakinan bahwa komitmen adalah hal utama bertahannya sebuah hubungan, bukan cinta itu sendiri.
Sebenarnya saya merasa kalau cinta, tidak akan ada lunturnya. Mungkin, kalau rasa suka dan kagum yang dapat lenyap oleh sebuah kekecewaan. Saya merasa komitmen ada karena cinta, mereka berjalan beriringan. Kalau cinta tidak ada, komitmen pasti tidak ada. Jika ada yang bilang 'meski cintamu luntur, komitmen harus ada', saya merasa itu paksaan.
Bila cinta itu tidak ada, tidak ada orang yang mampu berkomitmen untuk selalu bersama.
(Sampai saat ini, saya bingung sambil menanti)
-30 bulan itu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar